Pernah mendengar istilah alur cerita maju atau istilah seperti eksposisi, klimaks, ataupun tragedi? Sekilas semua itu terlihat sama dan sering disebut sebagai alur cerita. Namun, sebenarnya istilah-istilah tersebut punya perbedaan walaupun sama-sama termasuk dalam bagian yang membangun jalannya cerita.
Secara garis besar, Alur cerita dapat dikelompokkan menjadi tiga aspek: struktur cerita (Eksposisi, klimaks, dkk), gaya bahasa, dan alur keseluruhan cerita. Setelah sebelumnya sudah dibahas mengenai struktur cerita fiksi, kali ini kita akan membedah jenis alur cerita berdasarkan waktu.
Untuk melihat hubungan antara konsep alur cerita ini, simak artikel ini selengkapnya.
Definisi Alur Cerita dalam Karya Fiksi
Mengenai alur cerita ini, masih banyak orang yang bingung tentang banyaknya penyebutan terhadap alur cerita fiksi ini sendiri. Banyak yang mengir alur sekadar “awal-tengah-akhir”. Padahal, alur itu terdiri dari bagaimana cerita disusun, dibangun, diarahkan lewat waktu, tahapan cerita, dan plot cerita. Ketiganya termasuk dalam alur namun dengan pendekatan yang berbeda.
Menurut Rizka Amaliah, Dosen Sastra dan mentor Tinta Langit. Alur merupakan pola dasar cerita, konflik, gerak kisah dan penyajiannya. Alur menyangkut pada perkembangan karakter, pemikiran tokoh, dan susunan peristiwa dalam cerita. Keberadaannya tidak bisa dipisahkan dengan plot, yang menggunakan sebab akibat untuk menggerakkan alur.
Contohnya, Tokoh A berubah jadi lemah lembut karena ada pemantik J. Pemantik ini muncul karena ada suatu masalah.
Jenis Alur Cerita yang sering kita ketahui terbagi menjadi 3, yaitu alur maju, mundur dan campuran. Masing-masingnya akan dibahas lebih mendalam pada poin selanjutnya.
Sebagai catatan tambahan, meskipun biasanya lebih sering digunakan dalam karya fiksi, jenis alur cerita juga dapat digunakan dalam tulisan nonfiksi. Hanya saja lebih fleksibel penggunaannya pada karya fiksi.
Alur Maju
Merupakan jenis alur cerita fiksi yang berjalan secara kronologis berurutan dari awal hingga akhir. Jadi, seluruh peristiwa diceritakan sesuai dengan urutan waktu normal tanpa melompat ke masa lalu. Biasanya dimulai dari pengenalan tokoh dan situasi, lalu berkembang menuju konflik, klimaks, dan penyelesaian.
Jenis ini adalah bentuk paling umum dan paling mudah dipahami karena pembaca mengikuti arah cerita secara runtut. Penulis yang memilih jenis alur ini bertujuan untuk fokus pada proses perkembangan karakter & perjalanan hidup tokoh. Contohnya, suatu cerita dimulai dari masa sekolah tokoh utama, lalu berlanjut ke masa-masa dia meraih cita-cita hingga kesuksesan bisa didapatkan. Tanpa lompatan waktu yang besar, kejadian bergerak ke depan.
Ciri-cirinya:
- Urutan waktu berjalan maju
- Tidak banyak menggunakan flashback
- Fokus pada perkembangan karakter & cerita
Alur maju ini sangat efektif membangun kedekatan emosional dengan karakter yang digunakan. Perubahan emosi dan perkembangan tokoh terasa lebih realistis. Sehingga cocok untuk digunakan pada tulisan seperti novel remaja, cerita petualangan, kisah inspiratif, hingga cerita anak.
Beberapa karya terkenal yang menggunakan alur maju ini adalah Laskar Pelangi dengan alur buku dominan maju,Negeri 5 Menara, dan banyak film & tulisan motivasi lainnya.
Alur Mundur
Berbeda dengan alur maju, alur mundur adalah jenis alur cerita yang dimulai dari akhir atau penyelesaian cerita kemudian mundur ke masa lalu. Biasanya digunakan untuk mengungkapkan latar belakang suatu tokoh atau menjelaskan kejadian-kejadian yang menjadi penyebab konflik.
Cerita yang menggunakan alur mundur sering dimulai dari situasi yang sudah rumit atau menjadi hal misteri. Lalu, pembaca dibawa kembali kemasa lalu untuk memahami kenapa dan bagaimana kejadian di awal tadi bisa ada. Sehingga, bila ingin membangun rasa penasaran maka informasi yang diberikan tidak sekaligus. Jenis alur cerita mundur bisa jadi pilihan.
Ciri-cirinya:
- Menggunakan flashback kejadian
- Cerita tidak dijelaskan dengan kronologis
- Fokus pada masa lalu tokoh
- Bisa membangun rasa penasaran pembaca
Kekuatan yang dimiliki oleh cerita dengan alur mundur ada pada unsur kejutan dan rasa penasaran. Pembaca akan dibuat bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa tokoh bisa mengalami kejadian ini? Dan rahasia apa yang dimiliki oleh tokoh & belum terungkap? Namun perlu diingat, meskipun menggunakan alur mundur harus disusun dengan rapi, agar tidak membingungkan dan pembaca masih bisa memahami jalan cerita dengan baik.
Contoh karya yang menggunakan alur mundur adalah novel The Great Gatsby, Ronggeng Dukuh Paruk punya alur campuran yang dominan alur mundur.
Alur Campuran
Merupakan gabungan dari 2 jenis alur cerita yakni maju & mundur. Dalam satu cerita, penulis bisa mengawalinya dengan alur maju, kemudian di tengah-tengah penulis melakukan kilas balik untuk menjelaskan kejadian tertentu.
Jenis alur campuran banyak digunakan dalam novel modern karena dirasa lebih bisa membuat cerita lebih dinamis. Penulis bisa memberikan informasi lebih detail terhadap kejadian-kejadian tertentu sembari menceritakan secara bertahap. Dengan cara ini, jalan cerita yang sesuai kronologis bisa membuat pembaca penasaran yang nantinya dijelaskan dengan cara flashback.
Ciri-cirinya adalah:
- Fleksibel, karena menggabungkan 2 alur (maju & mundur)
- Punya adegan flashback di beberapa bagian
- Membuat cerita lebih dinamis
Alur campuran selain bisa membuat cerita lebih hidup karena variasi penyampaian informasinya, juga bisa membangun emosi, menambah ketegangan dan membuat plot twist lebih kuat. Penulis juga bisa mengeksplor karakter lebih dalam tanpa harus menjelaskan secara rinci di awal cerita. Namun, perlu kontrol yang baik dalam mencampurkan kedua alur ini, jika terlalu sering terlalu berpindah waktu, cerita bisa berantakan dan membingungkan pembaca.
Contoh karya terkenal yang sudah menggunakan jenis alur campuran adalah Cantik itu Luka, serta banyak karya modern lainnya.
Kesimpulan
Jenis alur cerita berdasarkan waktu terdiri dari alur maju, alur mundur, dan alur campuran. Ketiganya punya fungsi berbeda. Alur maju cocok untuk cerita yang runtut dan ringan dipahami, alur mundur efektif untuk menciptakan misteri,sedangkan alur campuran bisa membuat cerita terasa lebih kompleks dan emosional.
Pemilihan jenis alur yang tepat bisa membantu penulis menyampaikan cerita dengan lebih baik dan menarik. Bila Anda ingin memahami secara lebih mendalam bersama dengan mentor profesional, kami memiliki kelas menulis fiksi. Yang di dalamnya terdapat banyak bahasan tentang semua kepenulisan fiksi dan cara yang tepat membuat tulisan fiksi yang baik. Silahkan hubungi kami melalui WhatsApp & Instagram kami untuk mengetahui informasi ter-update.



