membaca novel

Cara Mudah Menulis Cerita Fiksi untuk Pemula

Kenapa ya cerita fiksi itu bikin nagih?. “Hanya” dengan kata-kata, kita mampu berimajinasi bahkan gemas-gemas sendiri. Se-magis itu cerita fiksi. Tidak heran jika selain ditulis untuk menghibur pembaca, karya fiksi sering dijadikan sebagai media menyampaikan pesan tertentu dari penulis. Tentunya dengan pendekatan yang berbeda dengan teks nonfiksi. 

Yuk, kenali lebih dalam mengenai cerita fiksi lewat artikel ini.

Apa itu cerita fiksi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ada tiga definisi dari kata fiksi

  1. Cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya)
  2. Rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan
  3. Pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran

Dari ketiga pengertian tersebut, bisa ditarik satu benang merah dalam karya fiksi, yaitu: imajinasi. Sangat berbeda dengan cara penulisan teks nonfiksi yang didasarkan pada fakta dan data.  

Lantas, bagaimana membuat buku fiksi jika kebingungan mau menulis apa?

Coba ikuti langkah-langkah menulis cerita fiksi berikut ini.

Baca Juga: Personal Branding untuk Penulis

Langkah-langkah menulis cerita fiksi

  • Menentukan Ide dengan Mudah

Ada satu kutipan menarik tentang mencari ide tulisan. 

“… Ide tidak perlu sulit dicari. Ia telah berlari-lari keluar masuk dalam diri kita sehari-hari.” (Alberthiene Endah, dalam buku Menulis Fiksi Itu Seksi)

Ide ibarat hulu sungai. Ia merupakan titik tolak ke mana cerita mengalir. Seringkali, penulis kesulitan menentukan idenya, padahal ide itu ada di mana-mana. Tugas pertama Anda hanya satu, menangkap ide itu

Layaknya menangkap ikan, menentukan ide pun memerlukan “peralatan”. Alat tersebut bisa berupa buku catatan atau note di gadget. Jadi, setiap ada sesuatu yang menarik atau terlintas di benak, segera catat. Tangkap ide-ide itu sebelum Anda kehilangannya. Entah mana nanti yang akan dieksekusi, setiap ide tetap memiliki potensi.

Tapi, bagaimana jika menggali ide terasa mentok?

Caranya: kita perlu menajamkan rasa, mengolah kepekaan. 

Masih dari buku Menulis Fiksi Itu Seksi, dijelaskan jika hati punya peran penting dalam menentukan ide. Setiap penulis punya karakter yang berbeda. Anda itu unik. Berdialoglah ke diri sendiri, hal-hal apa yang Anda minati, kuasai, dekat dengan sehari-hari? Topik apa yang membuat Anda jatuh cinta atau justru geram sehingga ingin menuangkan ke dalam tulisan? Dengan menjadi diri sendiri, Anda tidak hanya menghadirkan kata-kata ke pembaca, tapi juga suara batin di sana. 

Melalui buku Menulis Fiksi Itu Seksi, Alberthiene berpesan:

“Jadilah diri sendiri dan arahkan kepekaan berdasarkan minat nurani kita.”

Baca Juga: Strategi Produktif dalam Menulis

  • Menciptakan Penokohan yang Menarik

    Sumber: Pixabay

Cerita tanpa tokoh, ibarat kendaraan tanpa bensin: mati. Iya, mati. Karena tokoh berfungsi sebagai subjek penggerak cerita. Tanpa tokoh, cerita Anda tidak ke mana-mana. Oleh karena itu, dibutuhkan kecermatan dalam membangun tokoh. Perhatikan setidaknya ada beberapa hal di bawah ini:

    • Pertama, latar belakang tokoh 

Bayangkan Anda punya seorang teman. Ada banyak hal yang Anda ketahui setelah berkenalan dengannya. Seperti tempat ia tinggal, siapa orang tuanya, apa makanan kesukaannya, dan sebagainya. Semakin baik Anda membangun latar belakang tokoh maka semakin kuat Anda mengenalkannya kepada pembaca. 

    • Kedua, penampilan tokoh

Selayaknya manusia, yang kita lihat pertama kali dari seseorang adalah penampilannya. Penampilan ini bisa terkait fisik (tinggi badan, warna kulit, dan lain-lain). Tetapi, bisa juga tentang gaya berpakaian hingga aksen sang tokoh. Saat membuat penampilan tokoh, selaraskan dengan latar belakang atau faktor lain yang terkait agar karakter semakin mudah diimajinasikan pembaca. 

    • Ketiga, Karakter tokoh

Karakter berkaitan dengan sifat, akhlak, atau watak. Anda bisa menciptakan karakter dengan memperhatikan profil tokoh. Mulai dari latar belakang, gaya hidup, lingkup pergaulan, dan semacamnya. Lagi-lagi, hal itu agar tercipta keselarasan pada tokoh.

Perhatikan cara Anda menggambarkan tokoh dalam cerita. Jerome Stern dalam bukunya berjudul Making Shapely Fiction: Panduan Menulis Fiksi yang Indah, menjelaskan ada beberapa cara yang bisa digunakan penulis untuk mengenalkan tokoh ke pembaca.

      1. Mendeskripsikan ciri-ciri tokoh seperti saat Anda menceritakan seorang teman atau kerabat yang Anda kenal baik. 

Contoh:  

Aldi adalah si rupawan dengan rambut hitam legamnya. Setiap dia berjalan keluar rumah, para wanita akan menghentikan aktivitasnya hanya untuk menoleh dan memandangi Aldi sampai hilang ditelan jalan. Orang-orang itu hanya kenal dari luar. Tidak akrab. Padahal, Aldi tidak sesempurna itu.

 2. Mendeskripsikan tokoh melalui tingkah laku yang diciptakan. 

Menggambarkan bagaimana cara seseorang bersikap merupakan salah satu cara menyampaikaninformasi bagi pembaca. Ciptakan tindakan/tingkah laku yang membantu pembaca lebih mengenal sang tokoh.

3. Apa yang dikatakan tokoh cermin identitasnya. 

Buat sang tokoh berbicara. Kata-kata yang keluar lewat sang tokoh sendiri dapat lebih meyakinkan bagi pembaca. 

4. Mendeskripsikan pikiran dan perasaan tokoh. 

Seperti yang dikatan oleh Jerome Stern:

“ … Ia mungkin saja berbicara sedikit dan bertindak lebih sedikit, tetapi pikirannya dapat memberi para pembaca perasaan bahwa mereka memahaminya.” 

  • Membuat Outline dengan Struktur Cerita Sederhana

– Orientasi 

Orientasi adalah bagian awal cerita fiksi  yang biasanya berisi pengenalan tentang latar, tokoh, dan suasana. Di tahap ini Anda perlu menciptakan pengenalan yang tidak membosankan agar pembaca betah dan tetap penasaran dengan kelanjutan cerita. 

 – Konflik

Di bagian ini permasalahan mulai muncul. Dalam proses pramenulis, Anda perlu menentukan apa saja konflik yang nantinya dihadapi tokoh. Di tahap ini Anda juga perlu memperkirakan pikiran, perasaan, dan tindakan tokoh sebagai respon terhadap konflik. Pertimbangkan juga seberapa besar peran tokoh lain ketika konflik ini muncul.

– Klimaks

Klimaks adalah bagian puncak dari konflik yang terjadi sebelumnya. Contoh sederhana dari klimaks adalah membuat posisi tokoh utama sangat terpojok seakan tidak ada jalan keluar. Saat di puncak masalah itulah, kita akan memasuki tahap berikutnya: resolusi.

-Resolusi

Resolusi merupakan bagian ending yang menjawab klimaks atau konflik yang sebelumnya terjadi. Di tahap ini, pembaca akan mengetahui bagaimana nasib sang tokoh. Anda selalu memiliki kebebasan untuk membuat akhir cerita yang membahagiakan, menyedihkan, menggantung, atau tidak terduga.

  • Mengembangkan plot 

Plot adalah jalan cerita yang dibangun oleh penulis. Apakah cerita akan dibuat plot maju, campuran, mundur–penulis memiliki kuasa penuh. Ingatlah tips yang sudah dibahas sebelumnya: penulis bebas melakukan apa saja ke dalam ceritanya.

Oleh sebab itu, silakan untuk bereksperimen. Walaupun di tahap ketiga dijelaskan tentang struktur sederhana cerita fiksi, Anda masih bisa mengembangkannya. Misalnya, Anda memulai cerita dengan menuliskan ending-nya dulu ke pembaca. Atau, mungkin dibuka dengan konflik yang dialami tokoh. Kembangkan plot sesuai keinginan Anda agar cerita lebih menggugah. 

Baca Juga: Apa itu Teks Nonfiksi?

Tips sederhana menulis fiksi bagi pemula

Sebelum kita bahas tips yang lebih teknis, ada beberapa mindset yang perlu ditanamkan sebelum menulis.

  • Fiksi itu sifatnya imajinatif, pada dasarnya penulis bebas melakukan apa saja terhadap karyanya

Sebagai penulis pemula, tidak jarang kita sangat berhati-hati menulis. Bahkan mungkin overthinking: “Kalau alur cerita dibuat maju-mundur itu bakal bikin makin bagus atau justru terasa rumit, ya?”

Sayangnya, hal-hal teknis itu bisa jadi jawabannya “tergantung”. Maka, sebelum meramu fiksi dengan “penuh pertimbangan teknis”, bebaskan dulu imajinasi Anda. Tidak perlu memikirkan bagus atau tidak. Berimajinasi saja sebanyak-banyaknya, nanti bisa dipilih dan dipilah mana yang sesuai. 

Sumber: Pixabay
  • Menulis Fiksi = Butuh Banyak Referensi

Mari kita bayangkan sejenak skenario berikut. 

Ada anak balita yang sedang belajar berbicara. Sang Ibu mengajarkan sang anak agar bisa mengucapkan kata “Mama”. Dengan penuh kesabaran, sang ibu mengulang-ulang mantranya.

“Ma-ma … Ma-ma …”, kata sang ibu sambil membuka mulut lebar-lebar. Karena mendengar input terus-menerus, sang anak akhirnya bisa mengatakan “Mama” untuk pertama kalinya. Kemudian, seiring bertambahnya usia sang anak mendapatkan kosakata baru. Ia pun semakin lancar berbicara dengan kosakata lainnya. 

Proses yang sama juga terjadi pada menulis. Penulis perlu mempunyai bank referensi sebagai bekal berkarya. Contoh, ketika Anda hendak menggambarkan Kota Malang sebagai latar belakang cerita, maka Anda perlu mengetahui bagaimana suasana, gaya hidup, hiruk-pikuk, dan sebagainya di Malang. Agar punya informasi tersebut, Anda bisa pergi langsung ke Malang, mewawancarai teman yang tinggal di sana, atau cukup mencari datanya di internet. Artinya, mencari referensi memang tidak bisa dilepaskan dari aktivitas menulis.

Ingin belajar menulis fiksi?

Menulis fiksi membutuhkan ketekunan dan kepekaan untuk menghadirkan kisah yang ciamik ke pembaca. Bagi penulis pemula, seringkali menulis fiksi mengundang kebingungan. Tidak jarang bahkan perasaan khawatir: apakah ini sudah benar, apakah ini sudah bagus? Kabar baiknya, Anda tidak sendirian. Oleh sebab itu, ada banyak teori tentang kepenulisan fiksi yang akan membantu Anda untuk belajar dengan tepat.

Bagi Anda yang ingin belajar menulis fiksi lebih dalam, Tinta Langit memiliki program Kelas Menulis Novel. Kelas ini berlangsung selama 4 hari secara daring. Anda akan diajari oleh ahli mulai dari pengetahuan dasar hingga cara-cara teknis menulis fiksi. Tidak hanya itu, kelas ini juga menyediakan tugas sederhana untuk Anda berlatih. Setelah itu, akan ada bonus reviu terhadap tulisan Anda sebagai bahan perbaikan ke depannya. 

Salah satu mentor Kelas Menulis Novel, Bunda Asma Nadia pernah berpesan,

“Menulis itu berkarya. Karya itu sesuatu yang kita tinggalkan, termasuk untuk anak cucu kita. Saya ingin anak cucu dan keturunan kita bangga dengan karya yang dihadirkan oleh orang tua atau kakek-neneknya.” 

Tertarik bergabung ke kelas kami? Hubungi kami via WhatsApp atau kunjungi instagram Tinta Langit untuk mengetahui info kelas selanjutnya! 

 

Kelas Menulis Novel