Banyak orang ingin menulis fiksi, tetapi bingung langkah apa yang pertama kali harus dilakukan.
Padahal ada beberapa cara yang bisa Anda pilih. Antara ikut kelas menulis atau belajar sendiri secara Autodidak.
Mungkin Anda pernah melihat iklan workshop menulis atau mentoring dari penulis terkenal. Tidak sedikit penulis sukses yang belajar lewat latihan rutin serta trial-error selama bertahun-tahun.
Lalu, apa yang seharusnya Anda lakukan agar bisa belajar menulis dengan tepat?
Jawabannya tidak sesederhana “kelas lebih bagus” atau “autodidak lebih bebas”. Karena setiap metode punya kelebihan dan tantangannya sendiri. Serta masing-masing individu punya cara belajarnya masing-masing.
Kalau Anda bingung memilih mana cara terbaik untuk belajar menulis cerita fiksi yang tepat, artikel ini akan bisa membantu melihat perbedaannya secara realistis.
Belajar Menulis Fiksi Lewat Kelas
Pilihan belajar melalui kelas menulis biasanya cocok untuk pemula yang butuh arah jelas dan bimbingan dari pakar secara langsung. Biasanya, materi sudah disusun secara sistematis untuk berbagai macam hal seperti dasar membuat karakter, membangun konflik, menyusun alur cerita hingga teknik dialog yang tepat.
Anda tidak perlu lelah mencari bahan materi sendiri. Bahkan, Anda juga punya kesempatan dapat feedback dari tulisan yang Anda miliki. Sehingga, tidak perlu menebak apakah tulisan sudah bagus atau tidak, tetapi sudah bisa dapat evaluasi langsung dari mentor atau fasilitator kelas berpengalaman.
Kelebihan Belajar Menulis di Kelas
- Materi terstruktur
- Ada mentor dan bisa mendapatkan feedback
- Memperoleh relasi dengan sesama penulis
- Lebih disiplin karena punya jadwal belajar
Hanya saja, tidak semua kelas akan cocok dengan gaya belajar masing-masing individu. Bisa jadi suatu kelas terasa teoritis, sedangkan yang lain ternyata terlalu expert untuk pemula. Apalagi Anda sudah mengeluarkan biaya dan jadwalnya sudah ditetapkan, tidak bisa mengikuti waktu pribadi.
Belajar Menulis Fiksi Secara Autodidak
Kalau Anda tertarik belajar sendiri maka Anda bisa bebas membangun proses belajar sendiri. Tanpa harus membuka materi presentasi kaku, tetapi belajar lewat buku, video Youtube, artikel, podcast atau bahkan kebiasaan membaca novel.
Sebenarnya sudah banyak penulis memulai perjalan menulisnya dengan cara ini. Belajar dengan cara menulis setiap hari, mengamati cerita favorit, atau memahami pola storytelling secara perlahan. Tentunya menggunakan ritme sendiri tanpa tekanan deadline dan aturan orang lain.
Kelebihan belajar menulis autodidak
- Lebih fleksibel
- Bisa belajar kapan saja
- Tidak harus keluar biaya besar
- Bebas eksplorasi gaya menulis
Namun, bukan tanpa halangan. Tantangan besar bila mencoba belajar sendiri adalah konsistensi. Karena tidak ada sistem dan mentor yang mengarahkan, banyak orang yang berhenti di tengah jalan. Dengan cara ini juga, sulit melihat dengan cepat kesalahan tulisan, dan proses belajar bisa lebih lama.
Mana yang Lebih Bagus
Sebenarnya, antara belajar sendiri atau lewat kelas tidak ada jawaban mutlak mana yang lebih bagus. Hal ini harus disesuaikan lagi dengan kondisi, kenyamanan, dan kebiasaan belajar yang paling efektif untuk Anda.
Kalau Anda tipe yang:
- Butuh arahan jelas
- Suka belajar yang tersturktur
- Mau cepat berkembang
Ikut kelas menulis bisa jadi pilihan tepat.
Tapi kalau Anda:
- Lebih suka belajar sendiri
- Suka eksplorasi
- Punya disiplin tinggi
Belajar autodidak bisa jadi efektif untuk Anda. Namun, biasanya tantangan terbesar saat belajar sendiri adalah bingung dengan banyaknya informasi yang dibaca, serta kehilangan arah/minta karena tidak ada yang mengoreksi/menuntun pemahaman yang dimiliki.
Menariknya, ternyata banyak penulis yang lahir dari menggunakan kombinasi keduanya. Mereka belajar dasar secara otodidak dan mengikuti kelas untuk bisa memperdalam ilmu yang sudah dipelajari, sembari mencari teman, dan memperkuat pengetahuan sebelumnya.
Tips Memilih Cara Belajar Menulis fiksi
Untuk bisa memilih metode belajar menulis mana yang cocok. Coba tanyakan kepada diri Anda sendiri beberapa hal berikut ini:
1. Apa tujuan Anda menulis?
Kira-kira Anda menulis apakah karena sekadar hobi? Ingin menerbitkan novel? Atau ingin membangun karier sebagai penulis?
Semakin tinggi tujuan yang diinginkan, semakin banyak pula usaha yang perlu Anda keluarkan.
2. Bagaimana gaya belajar Anda?
Coba Anda perhatikan ketika belajar suatu hal, Anda lebih mudah memahami materi sendiri atau lewat arahan orang lain?
Kalau Anda bisa menganalisis ini, akan bisa membantu mempercepat Anda belajar hal baru.
3. Seberapa konsisten Anda kalau belajar sendiri?
Belajar sendiri itu butuh disiplin tinggi. Dan menulis, adalah hal yang tidak hanya bergantung pada bakat tetapi juga soal latihan berulang jangka panjang.
Kesimpulan
Belajar menulis fiksi dimana pun sebenarnya sama-sama bisa menghasilkan penulis hebat. Bukan mana yang paling benar, tetapi mana yang paling cocok dengan kebutuhan dan gaya belajar Anda.
Yang paling penting sebenarnya, seberapa sering Anda benar-benar menulis sehingga bisa menghasilkan sebuah karya. Bukan seberapa mahal kelasnya atau seberapa banyak buku yang Anda baca. Apabila tidak dilakukan maka semua hal itu bisa percuma. Karena pada akhirnya, kemampuan menulis akan berkembang lewat praktik, revisi, dan proses panjang yang terus dilakukan.
Kalau Anda adalah tipe yang belajar lewat kelas, kami memiliki kelas fiksi berupa penulisan cerpen. Untuk informasi lengkapnya, silahkan hubungi kami lewat WhatsApp dan temukan informasi menarik lainnya di Instagram.



