Cara Menentukan Tema dalam Cerita Fiksi

Salah satu kesulitan yang sering penulis rasakan, baik pemula maupun tidak adalah menentukan tema cerita. Mungkin ide ceritanya ada, tokoh dan alur juga sudah terpikirkan, tetapi masih kebingungan bagaimana mengembangkan cerita. Padahal tema adalah fondasi penting dalam semua cerita.

Tema yang jelas akan membantu penulis menjaga arah cerita, serta bisa menambahkan makna lebih dalam untuk pembaca. 

Lalu, sebenarnya bagaimana sih menentukan tema cerita? Simak penjelasannya dalam artikel berikut.

Apa saja tema dalam cerita fiksi

Tema adalah gagasan utama atau pesan yang mendasari sebuah cerita. Sebuah ide besar yang ingin disampaikan penulis melalui rangkaian peristiwa yang ada di dalam cerita lewat para tokoh.

Contoh tema yang sering digunakan adalah:

  • Persahabatan
  • Cinta
  • Pengorbanan
  • Keluarga
  • Pencarian jati diri
  • Perjuangan meraih mimpi
  • Ketidakadilan sosial

Masing-masing tema bisa menghasilkan cerita yang berbeda tergantung pada bagaimana penulis mengambangkannya.

Mengapa tema penting dalam cerita fiksi?

Tema cerita ibarat seperti arah yang ada di jalan yang kita lalui. Oleh sebab itu, membangun cerita tanpa tema akan terasa mustahil dan bisa membuat arah tulisan berantakan ke banyak arah.

Dengan adanya tema yang perlu penulis tentukan terlebih dahulu, akan membantu penulis:

  1. Menentukan fokus cerita
  2. Mengembangkan konflik yang relevan dengan keseluruhan cerita
  3. Membuat karakter lebih kuat
  4. Menyampaikan pesan lebih mudah ke pembaca
  5. Menjaga konsistensi alur cerita dari awal sampai akhir

Jadi, sangatlah penting untuk menentukan tema sebelum memulai menulis secara lebih jauh.

Cara menentukan tema dalam cerita fiksi

Bagaimana cara menentukan tema dalam cerita? Berikut cara yang bisa Anda ikuti.

1. Mulai dengan hal yang ingin Anda ceritakan

Saat ingin memulai, coba bertanya pada diri sendiri
“Apa yang ingin saya bahas lewat cerita ini?”

Misalnya, Anda ingin bercerita tentang betapa berharganya suatu persahabatan. Maka tema persahabatan akan menjadi tema utama.

Atau, Anda ingin membahas beratnya kehidupan keluarga menengah. Berarti, tema yang digunakan adalah perjuangan dan ketekunan dalam menjalani kehidupan.

Tema biasanya bisa muncul dari hal-hal yang dekat dengan pengalaman, pemikiran, dan perhatian penulis.

2. Perhatikan konflik utama cerita

Konflik bisa menjadi petunjuk tema cerita. Contohnya:

  • Konflik antara 2 tetangga -> tema hubungan sosial
  • Konflik melawan ketidakadilan -> tema keadilan sosial
  • Konflik dalam mengejar cita-cita -> tema perjuangan 

Dan masih banyak konflik-konflik lain yang mungkin sudah Anda pikirkan terlebih dahulu sebelum menulis dan bisa membantu Anda menentukan tema cerita. Semakin besar konflik, maka akan memudahkan menemukan tema yang mendasarinya.

3. Ambil inspirasi dari pengalaman pribadi

Pengalaman hidup biasanya banyak menjadi alasan penulis bisa menemukan tema cerita yang ingin mereka bahas. Pengalaman pribadi yang akhirnya jadi tema cerita contohnya adalah:

  • Pernah mengalami perundungan
  • Kehilangan orang yang disayangi
  • Berjuang mencari nafkah dan memperbaiki hidup
  • Menghadapi kegagalan

Dari pengalaman pribadi biasanya menghasilkan cerita yang lebih emosional dan autentik karena penulisnya sendiri telah memahami perasaaan yang ingin disampaikan. Selain itu penulis juga memiliki “unique value” berdasarkan keresahan yang asli telah dialami.

4. Tentukan pesan yang ingin disampaikan

Saat Anda sudah memiliki ide cerita, pikirkan juga pesan yang ingin diterima pembaca. 

Apa pesan yang ingin Anda berikan ketika mereka menutup halaman terakhir buku Anda? Contohnya seperti: agar tidak mudah menyerah pada keadaan, memperbanyak rasa syukur,  semua hal bisa dilakukan asal mencoba, dan banyak lagi..

Dengan pesan tertentu yang ingin disampaikan, terkadang hal tersebut juga bisa membantu menemukan tema cerita yang tepat.

5. Amati cerita favorit Anda

Cara lain yang cukup efektif adalah mengamati novel favorit Anda, cerpen, film atau karya sejenis yang Anda suka

Coba munculkan pertanyaan seperti:

  • Apa pesan utama dari cerita ini
  • Konflik apa yang paling dominan
  • Nilai apa yang ingin penulis sampaikan?

Dengan metode ini Anda akan melatih otak untuk menganalisa dan mempermudah dalam mengenali serta menemukan tema dalam suatu karya termasuk karya sendiri.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menentukan Tema

Penulis seringkali melakukan kesalahan-kesalahan ini ketika menentukan sebuah tema cerita. Di antaranya:

  1. Memasukkan terlalu banyak tema dalam satu cerita
  2. Mengubah tema di tengah proses menulis
  3. Memaksakan pesan secara berlebihan
  4. Tidak menghubungkan tema dengan konflik utama

Tips: Fokuskan pada satu tema terlebih dahulu agar cerita lebih kuat dan mudah  pembaca pahami. 

Kesimpulan

Cara menentukan tema dalam cerita fiksi sebenarnya tidak terlalu sulit. Anda bisa memulainya dari menuliskan pengalaman pribadi, konflik yang ingin diangkat, atau pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Ingat, tema bukan hanya tentang apa yang terjadi dalam cerita tetapi juga tentang makna yang ingin ditinggalkan kepada pembaca. Dengan memiliki tema yang jelas, cerita akan terasa lebih terarah, kuat, dan berkesan.

Setelah  Anda memahami  bagaimana menetukan tema cerita, Anda bisa membaca artikel kami yang membahas cara menulis fiksi secara lebih lengkap. Sehingga, Anda bisa memahami dasar penulisan dengan lebih mudah.

Kalau Anda ingin belajar menulis cerita fiksi, kami memiliki kelas pendampingan untuk  belajar dari nol. Apabila Anda tertarikdan membutuhkan informasi lengkap, silahkan hubungi kami lewat Whatsapp dan ikuti kami di Instagram untuk informasi menarik lainnya.