Dasar Kepenulisan Fiksi

Dasar Menulis Fiksi: Panduan Lengkap untuk Pemula yang Hobi Menulis

Menulis fiksi erat kaitannya dengan tulisan yang berisi imajinasi. Di balik sebuah cerita yang terasa hidup, ada fondasi kuat yang perlu Anda perhatikan berupa dasar menulis fiksi. Apabila pemahaman tentang dasar penulisan fiksi  dan penerapannya ini belum maksimal maka bisa jadi cerita yang Anda tulis berpotensi jadi cerita yang terasa datar, melompat-lompat, membingungkan, hingga tidak dapat meninggalkan kesan pada pembaca.

Kalau Anda ingin tahu tentang informasi umum tentang menulis fiksi, kami membahas tentang cara menulis fiksi yang cocok sebagai bacaan sebelum membahas tentang dasar penulis. Dan, untuk Anda yang ingin menulis cerita fiksi, cerpen, novel lebih lanjut, simak artikel ini lebih lanjut karena akan membahas secara lengkap apa saja dasar menulis fiksi, bagaimana cara menulis fiksi yang baik sehingga bisa menghasilkan buku dengan efektif.

Apa sih yang Mendasari Seseorang Menulis Cerita Fiksi?

Sebelum membahas tentang dasar-dasar menulis fiksi. Mengetahui motivasi dalam menulis untuk masing-masing individu adalah langkah yang tepat. Tentu alasan menulis bisa sangat beragam. Beberapa alasan yang bisa ditemui adalah:

1. Ekspresi diri

Menulis fiksi jadi media untuk menyalurkan emosi, kegelisahan, dan gagasan yang cukup sulit diungkapkan secara langsung. 

2. Berbagi pengalaman & nilai diri

Banyak orang ingin menuliskan pengalaman, nilai diri, atau opini pribadi dalam bentuk fiksi untuk menyampaikan kritik sosial, nilai moral, atau refleksi kehidupan.

3. Hiburan

Karena cerita fiksi perlu menggunakan imajinasi, untuk beberapa orang kegiatan yang bisa menuangkan imajinasi mereka adalah hiburan tersendiri. Sehingga kegiatan menulis akan sangat menyenangkan. Selain untuk penulis, pembaca juga menjadikan cerita fiksi sebagai tempat menghibur diri.

4. Profesional & Komersial

Banyak juga penulis fiksi ingin menjadikan menulis sebagai karier. Mulai dari jadi novelis, penulis skenario, atau konten kreator yang butuh banyak imajinasi. 

Beberapa hal yang menjadi alasan seseorang menulis akan sangat mempengaruhi gaya bahasa, dan konsistensi menulis.

Dasar Penulisan Fiksi

Dasar penulisan fiksi adalah elemen-elemen yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah cerita tetap imajinatif namun terasa logis & menyentuh emosi. Fondasi yang selalu digunakan dalam menulis fiksi adalah sebagai berikut:

1. Ide cerita jadi pondasi utama

Cerita terbentuk karena bermula dari adanya ide yang terpikirkan oleh penulis. Ide sendiri bisa datang dari pengalaman pribadi, hasil pemikiran, impian, yang berawal dari pertanyaan akan suatu hal dan kemudian akan terangkai menjadi suatu cerita. Anda bisa menggunakan teknik “What If…” (Bagaimana Jika …) untuk menggali ide.

2. Karakter/Tokoh

Tokoh jadi jantung sebuah cerita, karena nantinya tokoh yang akan terlibat aktif dalam perkembangan konflik cerita. Proses penokohan sendiri mencakup penentuan karakter yang tidak terlepas dari pemilihan latar belakang, motivasi, cara berpikir, serta bagaimana kondisi mental-emosional sang tokoh..

3. Alur cerita

Alur menjadi senjata yang mengatur bagaimana cerita akan bergerak dari awal hingga selesai. Berisi bagaimana suatu cerita dimulai, disusul konflik, hingga klimaks masalah dan diakhiri dengan tahap penyelesaian. Tulisan dengan alur yang baik akan membuat pembaca tertarik untuk membacanya terus menerus.

4. Latar/tempat cerita

Latar yang kuat akan membuat dunia fiksi dalam cerita Anda terasa lebih nyata. Latar mencakup waktu, tempat, sosial  dan suasana yang digunakan.

5. Ending Cerita

Bagian penting lain dari cerita fiksi adalah ending. Bagian ini akan berisi penyelesaian konflik. Ada berbagai jenis ending yang dapat penulis pilih. Jika Anda berniat membuat membuat sekuel ke depannya, ada baiknya menyajikan open ending kepada pembaca. 

Dari semua dasar menulis fiksi tersebut, Anda perlu menggunakan teknik “Show Dont Tell” agar bisa menunjukkan perasaan yang diinginkan kedalam cerita, melalui cara yang deskriptif-imajinatif sehingga pembaca bisa bervisualisasi dan lebih merasakan sensasi saat membaca. Teknik show don’t tell akan kami bahas lebih lengkap pada artikel terpisah.

Kesimpulan

Langkah awal yang wajib Anda pahami saat ingin atau akan serius di dunia menulis fiksi  adalah memahami dasar-dasar kepenulisannya. Dengan menguasai apa saja yang dibutuhkan dan diperhatikan, mulai dari unsur cerita dan alasan menulis, Anda tidak hanya menulis cerita tapi juga membangun dunia yang akan bisa dirasakan pembaca.

Apabila Anda merasa butuh untuk belajar lebih dalam bersama mentor dan lingkungan yang mendukung, kami memiliki kelas tentang kepenulisan yang bisa Anda ikuti. Kelas akan membahas apa saja yang dibutuhkan untuk membuat cerita fiksi bahkan buku yang bisa diterbitkan. Hubungi kami melalui WhatsApp atau kunjungi Instagram Tinta Langit untuk informasi lainnya.