Teknik Riset Tulisan Fiksi

Menulis cerita fiksi bukan hanya tentang mengandalkan imajinasi. Ada fondasi yang dibutuhkan untuk menguatkan imajinasi saat menulis, yakni proses riset. Tanpa melakukan riset yang baik, dunia cerita yang dibangun bisa terasa dangkal, tidak konsisten, atau membuat pembaca tidak memahami alur cerita dengan mudah.

Baik novel sejarah, fantasi, maupun fiksi ilmiah semuanya tetap memerlukan proses riset.  Riset bisa membantu tiap detail saling berkaitan seperti bagaimana tokoh berbicara, kondisi lingkungan, dan logika yang konsisten tercipta dalam cerita.

Lewat artikel ini, Anda akan mempelajari teknik riset tulisan fiksi, khususnya untuk menyusun cerita historis dan membangun dunia cerita secara efektif.

Mengapa penulis fiksi tetap membutuhkan riset?

Riset akan memperkuat kreativitas dengan cara mengumpulkan banyak informasi sebelumnya. Semakin banyak rujukan dari hasil riset, semakin luas kemungkinan cerita dapat dikembangkan.

Misalnya, ketika ingin menulis novel berlatar Kerajaan Majapahit, Anda perlu mencari rujukan untuk memahami struktur pemerintahan, pakaian masyarakatnya, sistem perdagangan, hingga kebiasaan sehari-hari. Informasi tersebut membantu menciptakan latar yang terasa alami tanpa harus menjelaskan semuanya secara panjang lebar.

Hal serupa juga berlaku pada novel fantasi. Riset bisa dilakukan dengan membaca hasil karya lain yang sejenis. sehingga, Anda bisa merasakan jalan cerita, dan tokoh yang dibuat apakah sudah konsisten serta tidak terlalu mengada-ada. Jadi, saat Anda ingin membuat tokoh yang bisa menggunakan sihir (misalnya), lalu sang tokoh tiba-tiba kehilangan kemampuan dengan alasan yang belum bisa dijelaskan dengan baik maka pembaca bisa merasakan adanya inkonsistensi.

Perbedaan Riset fiksi dan Nonfiksi

Mungkin riset terlihat sama baik untuk tulisan fiksi dan nonfiksi, meski sama-sama mengumpulkan data tujuannya akan berbeda.

Pada tulisan nonfiksi, riset berguna untuk menyampaikan fakta secara akurat sehingga, semua informasi harus bisa dipertanggungjawabkan.

Sementara, pada tulisan fiksi riset digunakan untuk menciptakan ilusi yang meyakinkan. Informasi berupa fakta jadi bahan yang bisa Anda olah jadi dunia cerita. Penulis fiksi punya kebebasan untuk mengolah jinformasi dengan syarat bisa menjaga konsistensi internal cerita.

Teknik Riset untuk Fiksi Historis

Novel sejarah sangat membutuhkan ketelitian,seperti halnya menulis buku nonfiksi sejarah. Penulis perlu memadukan kreativitas dengan keakuratan latar yang digunakan.

  • Memahami Latar Waktu dan Peristiwa

Pilih lebih dahulu periode waktu sejarah yang akan Anda bahas. Kemudian, cari tahu peristiwa apa yang terjadi pada masa tersebut, struktur sosial masyarakat, sampai perkembangan budaya dan teknologi yang terjadi.

Bisa menggunakan sumber seperti arsip nasional, museum, buku sejarah, serta jurnal ilmiah. Referensi ini lebih dapat dipercaya dibanding hanya membaca artikel random di internet.

  • Mengumpulkan Referensi Primer dan Sekunder

Referensi primer yang dimaksud adalah berupa surat, foto, dokumen resmi, arsip, atau catatan perjalanan yang berasal dari masa tersebut.

Sementara buku sejarah, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang mengulas kembali sumber primer termasuk referensi sekunder.

Mengombinasikan keduanya bisa memberi gambaran yang lebih sempurna terhadap dunia yang Anda bangun.

  • Menelusuri Kehidupan Sehari-hari Tokoh

Detail kecil yang bisa Anda temukan pada tokoh sering kali bisa membuat cerita lebih hidup.

Misalnya:

    • Apa makanan yang biasa/sering dikonsumsi?
    • Bagaimana cara bepergian?
    • Bagaimana cara berpakaian?
    • Mata uang apa yang digunakan?
    • Apa kebiasaan ketika menyapa orang lain?

Pertanyaan-pertanyaan ini akan memperkaya narasi cerita tanpa membuatnya terasa seperti buku sejarah.

Teknik Riset untuk Fiksi Fantasi/Sci-fi

Berbeda dengan fiksi historis yang pembuatannya harus berdasarkan fakta nyata, riset untuk fantasi dan sci-fi lebih fokus pada membangun logika dunia yang konsisten, meski dunia cerita sepenuhnya imajinatif.

  • Mempelajari Referensi dari Genre Sejenis

Cobalah untuk membaca karya fantasi atau sci-fi lainnya, hal itu akan membantu Anda memahami ciri khas genre tersebut. Misalnya, bagaimana sistem sihir biasanya bekerja, aturan atau batasan penggunaannya, atau bagaimana teknologi masa depan digambarkan secara masuk akal. Hal tersebut dilakukan untuk memahami standar logika yang sudah diterima pembaca di genre iti.

  • Riset Sains dan Teknologi Dasar

Sci-fi yang meyakinkan biasanya berakar pada prinsip sains nyata, meski dikembangkan dengan imajinasi. Memahami dasar fisika, biologi, atau teknologi yang relevan membantu Anda menciptakan penjelasan yang terasa masuk akal, bukan sekadar istilah yang dibuat-buat.

  • Membangun Sistem Dunia yang Konsisten

Penggunaan sistem sihir, struktur sosial, geografi maupun teknologi semuanya punya aturan mainnya yang jelas dan konsisten dari awal hingga akhir cerita. Semisal Anda memikirkanya dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

    • Apa konsekuensi dari menggunakan sihir, teknologi ini?
    • Apa batasan sistemnya?
    • Bagaimana sistem bisa memengaruhi struktur sosial ekonomi dunia cerita dari sistem ini?

Baca juga: Teknis Melakukan Riset Teks Nonfiksi

Cara Mengelola hasil Riset

Riset yang benar menjadi tidak berarti apabila tidak dikelola dengan rapi.

Gunakan aplikasi seperti Notion, Obsidian, Scrivener, atau Spreadsheet untuk menyimpan informasi penting. Kelompokkan berdasar tema riset.

Anda juga bisa membuat story bible, yakni dokumen khusus berisi seluruh aturan dan detail dunia cerita agar tulisan bisa konsisten dari awal hingga akhir.

Kesalahan saat melakukan riset

Banyak penulis sudah melakukan riset, namun akhirnya terjebak pada proses ini tanpa meneruskannya pada tahap menulis. Fenomena ini disebut research rabbit hole, kondisi saat seseorang terus mencari informasi baru tanpa pernah merasa cukup.

Ada juga tipe penulis yang memasukkan semua hasil riset ke dalam cerita. Hal itu bisa menyebabkan novel atau tulisan fiksi terasa seperti buku pelajaran/nonfiksi.

Intinya, riset adalah alat bantu agar informasi bisa mendukung cerita dan perkembangan karakter terasa lebih nyata.

Kesimpulan

Riset merupakan pondasi penting dalam penulisan fiksi. Baik untuk novel sejarah maupun cerita fantasi. Riset membantu penulis menciptakan dunia yang terasa hidup, logis, dan konsisten.

Memahami latar historis, menyusun sistem world building yang matang, serta mengelola hasil riset secara sistematis akan membuat Anda bisa membangun cerita yang menarik juga menciptakan alur cerita yang berkesan bagi pembaca. Pada akhirnya, pembaca akan lebih mudah percaya pada dunia yang Anda ciptakan walau lahir dari imajinasi.