Dalam dunia menulis, ada prinsip yang harus dipahami dan digunakan oleh editor, dosen sastra, dan penulis yaitu teknik show don’t tell. Menggunakan teknik show don’t tell, memungkinkan penulis menghasilkan tulisan terasa hidup, emosional, dan tidak datar. Karena itulah, teknik ini sangat penting untuk dipelajari agar bisa menghasilkan tulisan seperti cerpen, novel, naskah film, hingga drama yang bisa dipahami pembaca atau penonton dengan lebih mudah.
Sayangnya, masih banyak penulis pemula yang masih punya kebiasaan menjelaskan adegan-demi adegan cerita secara deskriptif. Tulisan yang dihasilkan jadi terasa kaku, terlalu informatif, dan tidak ada imajinasi yang terasa di dalamnya. Di sinilah, teknik show don’t tell punya peran penting dalam meningkatkan kualitas tulisan. Oleh karena itu, untuk bisa memahami lebih baik tentang teknik tersebut. Artikel ini akan membahasnya secara lengkap. Jadi, simak sampai habis ya!
Apa Itu Teknik Show Don’t Tell?
Sederhananya, teknik show don’t tell adalah cara menyampaikan segala informasi & ide cerita ke dalam tulisan yang ditunjukkan lewat aksi, dialog, emosi, dan detail latar belakang untuk menjelaskan suatu hal.
Contohnya seperti ini:
- Menjelaskan sesuatu dengan tell
Sarah sangat sedih
- Kalau dijelaskan dengan show
Sarah duduk sendiri di ruang tamu yang lengang. Tatapannya kosong. Tak sadar, air mata turun menyentuh telapak tangan yang menggenggam lutut erat-erat. Nafasnya naik-turun cepat. Ia mengatupkan bibir, berusaha tidak bersuara walau lirih.
Dari contoh di atas, terlihat bagaimana kita dapat menjelaskan suasana dan perasaan tokoh dengan lebih imajinatif. Manfaatkan deskripsi visual, sentuhan, serta emosi yang ditunjukkan lewat tindakan. Teknik show don’t tell akan membuat cerita lebih hidup, realistis, emosional, dan mudah diingat.
Show Don’t Tell sebagai Teknik Mikro dalam Proses Menulis
Dalam proses menulis, teknik ini bisa diterapkan pada saat menulis draf naskah hingga ketika proses revisi. Untuk bisa memahami bagaimana cara kerja teknik ini pada tahapan menulis, proses menulis terdiri dari:
- Pramenulis
- Menulis draf
- Revisi
- Penyuntingan akhir
Mengapa teknik show don’t tell bisa diterapkan ketika masuk ke tahap revisi?
Di tahap tersebut, penulis akan mempertanyakan:
- Apakah emosi ini perlu dijelaskan lebih rinci?
- Bisakah tindakan dijelaskan lewat diksi yang lebih imajinatif?
- Sudahkah dialog ini tepat menggambarkan suasana?
Dengan menerapkan proses ini dan menggabungkannya dengan teknik show don’t tell, teknik tersebut akan membantu menjaga konsistensi emosi pada cerita secara menyeluruh.
Pentingnya Teknik Show Don’t Tell dalam Alur Cerita
Banyak penulis mungkin sudah tahu teknik show don’t tell ini, namun saat diterapkan tetap muncul rasa bingung. Masalahnya bukan pada teknik, tetapi pada penempatan teknik di dalam alur cerita. Oleh karena itu, untuk menggambarkan adegan apa pun bisa kehilangan dampaknya jika muncul di saat yang salah.
Alur cerita sendiri punya fungsi:
- Penentu ritme cerita
- Penjaga fokus konflik
- Penunjuk kapan emosi harus ditahan atau dilepaskan
Dengan alur yang jelas, show don’t tell punya tempat yang tepat untuk bekerja. Maka dari itu, cerita tidak kehilangan konteks. Kalau alurnya sendiri sudah jelas, teknik show don’t tell akan memperkuat dampak dari setiap tahap cerita.
Cara Menerapkan Show Don’t Tell di Tiap Alur
Menggunakan teknik show don’t tell pada proses menghasilkan tulisan, semestinya diterapkan secara tepat agar tidak membuat cerita terasa janggal. Oleh karena itu, penerapannya harus disesuaikan dengan tahap alur menulis seperti berikut:
- Pengenalan: tunjukkan karakter/tokoh lewat kebiasaan dan pilihan-pilihan kecil yang diambil.
- Konflik awal: jelaskan masalah lewat kejadian konkret
- Konflik meningkat: gunakan dialog singkat dan aksi intens untuk mendukungnya
- Klimaks: tahap ini menggunakan penjelasan seminim mungkin. Biarkan setiap tindakan yang tokoh ambil akan menjelaskan segalanya.
- Resolusi: perubahan pada tokoh terlihat lewat keputusan akhir yang diambil.
Bila teknik show don’t tell bisa diterapkan dengan baik di tiap alur, ia akan menyatu alami dengan struktur cerita.
Kesimpulan
Teknik show don’t tell jadi keterampilan penting yang akan membedakan tulisan biasa dengan tulisan yang berkesan. Apabila Anda bisa menunjukkan emosi, konflik, dan karakter melalui aksi dan detail, baik di dalam cerpen, ataupun novel, maka pembaca atau penonton akan lebih terlibat secara emosional, merasakan cerita secara natural dan hidup.
Untuk bisa menguasai teknik show don’t tell butuh latihan berkala, dampaknya akan terlihat terhadap tulisan Anda. Kalau ingin naik level sebagai penulis, inilah teknik yang wajib Anda kuasai.
Kami menyediakan ruang belajar yang membahas teknik show don’t tell bersama penulis profesional. Apabila Anda tertarik untuk belajar langsung dengan mentor dan memperoleh koneksi baru, Anda bisa ikut kelas penulisan Tinta Langit. Segera hubungi kami lewat WhatsApp atau temukan informasi terbaru di Instagram kami.



