Kumpulan Buku Nonfiksi

Teknis Melakukan Riset Teks Nonfiksi

Menulis buku atau teks nonfiksi sangatlah berbeda dengan menulis buku fiksi. Butuh banyak hal yang perlu A perhatikan, termasuk bagaimana cara mencari dan mendapatkan hasil riset yang kuat, wawancara narasumber yang sesuai, juga mengumpulkan data primer yang baik. Semua sesuai dengan pemahaman teks nonfiksi secara umum yang dimaksudkan agar tulisan tidak hanya sekadar informatif tapi juga dapat dipercaya.

Hasil tulisan juga mencerminkan kredibilitas penulis. Satu saja terselip informasi tidak benar atau ambigu bahkan menduplikasi karya orang lain, kepercayaan pembaca bisa runtuh.

Oleh karena itu, artikel ini akan membahas bagaimana cara melakukan riset untuk menulis buku nonfiksi. Baik  mengumpulkan data melalui wawancara narasumber atau metode lainnya.

Mengapa Perlu Melakukan Riset untuk Menyusun Teks Nonfiksi?

Penulis nonfiksi memiliki posisi sebagai peneliti dan narator. Semua yang dituliskan dan diceritakan harus didasarkan pada fakta yang  didapatkan melalui riset dan atau pengalaman nyata. Tanpa adanya riset yang benar dan memadai, teks nonfiksi yang Anda tulis akan memiliki dampak seperti berikut:

  • Teks terlihat seperti kumpulan opini tanpa landasan ilmu sehingga topik bahasannya terkesan dangkal dan umum. 
  • Fakta yang disajikan kurang kuat,membuat tulisan berpotensi menjadi tidak objektif karena banyak konteks dan data lain yang tidak diperhatikan. 
  • Reputasi penulis menurun. Imbas dari rasa kurang percaya terhadap informasi yang ditulis.

Menurut “Research Methods for Non-Fiction Writers” oleh Nonfiction Author Association, metode riset yang baik terdiri atas riset sekunder (literatur yang sudah publish), observasi, analisis dokumen, serta konsultasi/wawancara dengan ahli. Keempat metode tersebut apabila digabungkan akan membuat tulisan yang lebih meyakinkan.

Alur Riset Buku Nonfiksi

Agar lebih mudah diikuti, berikut alur riset yang bisa dilakukan agar penelitian lebih efektif: 

  1. Pilih topik dan pertanyaan untuk riset. Tentukan tema utama, subtema dan pertanyaan-pertanyaan terkait.
  2. Riset sekunder awal. Mengumpulkan literatur, artikel dan sumber tertulis lainnya
  3. Pemetaan narasumber & data primer. Susun daftar nama yang bisa menjadi narasumber. Selain itu, jangan lupa untuk mengarsip data-data yang bisa digunakan. 
  4. Kumpulkan data primer/wawancara. Setelah Anda susun semua kemungkinan data yang bisa Anda peroleh. Simpan data hasil wawancara baik berupa rekaman ataupun transkrip,catat semua informasi yang Anda dengar.
  5. Analisis & verifikasi data. Identifikasi setiap data, apakah ada informasi yang bertolak belakang, dan apakah masih ada data yang bisa mendukung sumber-sumber lainnya.

Baca Juga: Panduan Lengkap Dasar Penulisan Buku Nonfiksi

Langkah-Langkah Metode Riset untuk Menulis Buku Nonfiksi

Riset untuk menulis buku nonfiksi juga perlu alur yang sistematis. Berikut tahapan yang bisa Anda ikuti:

1. Lakukan Riset Sekunder

Riset sekunder sering menjadi tahap awal yang penulis lakukan. Menggunakan data yang sudah tersedia, penulis mengumpulkannya dan menjadikannya sebagai sumber rujukan awal. Contoh dari aktivitas sekunder adalah membaca buku, jurnal akademik, artikel, laporan resmi suatu kejadian dan sumber kredibel lainnya. 

Melakukan riset sekunder akan membangun kerangka pemahaman bagi penulis. Proses tersebut membantu Anda untuk:

    • Menemukan celah pengetahuan yang tidak disadari sebelumnya sehingga keilmuan akan ter-update setelahnya.
    • Memahami konteks topik dengan point of view yang luas
    • Memiliki bekal pengetahuan dasar sebelum terjun mencari data primer.

2. Rancang Kerangka Riset dan Pertanyaan penelitian

Setelah pemahaman dasar dimiliki lewat riset sekunder, saatnya menyusun kerangka riset. Dari beberapa literatur yang menjadi acuan, coba buat kerangka riset yang terdiri dari:

    • Topik besar
    • Pertanyaan utama
    • Pertanyaan pendukung.

Kerangka ini akan jadi guide saat Anda melakukan riset data primer. Semakin jelas panduannya, proses menulis bisa jauh lebih terarah.

3. Riset Data Primer

Selain data sekunder, memiliki data primer yang Anda cari sendiri akan menjadi nilai lebih. Data yang dikumpulkan langsung dari sumbernya melalui wawancara, survei, observasi berkala, dan lain-lain termasuk dalam data primer. 

Data tersebut sangatlah penting, karena Anda memiliki bank pengetahuan dan fakta. Anda bahkan bisa membandingkan data primer dengan sekunder. Apabila ada gap di antaranya, Anda bisa lebih mengulik dan menjadikannya pembahasan yang lebih tajam dalam tulisan. Juga membuktikan tulisan Anda berbasis riset lapangan bukan sekedar rangkuman.

4. Validasi Fakta

Seperti yang kita tahu buku nonfiksi adalah tulisan berdasarkan pada data & fakta. Kita sangat perlu melakukan beberapa langkah untuk memvalidasi fakta yang kita temukan dan akan dibahas:

    • Periksa kredibilitas sumber. Apabila dapat melacaknya dengan mudah, Anda akan bisa menemukan siapa penulis, penerbit, tahun terbit yang bisa menunjukkan keabsahan sumber
    • Cross check dengan sumber lain. Coba untuk memverifikasi suatu fakta dari berbagai sumber. Kalau suatu fakta itu memang benar, akan banyak sumber yang mengatakan hal serupa.
    • Beri atribusi pada narasumber dan sumber literatur. Semua sumber data yang Anda gunakan, mulai dari data sekunder maupun data primer. Anda wajib mencantumkan siapa sumber yang memberitahu informasi ini.

Baca Juga: Teks Nonfiksi: Definisi, Teknik Penulisan, dan Contoh Lengkap

Tips Mengumpulkan Data Primer & Wawancara Dalam Proses Riset Pembuatan Buku Nonfiksi

Mengumpulkan data memang menjadi suatu tantangan berarti, terutama jika melibatkan banyak narasumber. Anda bisa mengikuti tips berikut ini:

  • Mulailah dari Narasumber yang Mudah Dihubungi

Pilihlah orang-orang yang bersedia untuk membagikan ilmu dan pengetahuan mereka. Dengan begitu data cepat terkumpul dan proses riset bisa berjalan dengan baik. Mulai dengan Pertanyaan yang Ringan

Seperti halnya mengobrol dengan orang yang baru kita jumpai, kita perlu membangun trust dan kenyamanan lewat pertanyaan-pertanyaan kecil. Contohnya, “ Bagaimana awal mula peristiwa ini menurut Anda?” nanti Anda  bisa mengembangkan pertanyaan yang lebih dalam.

  • Tawarkan Opsi Lain

Jika kesulitan bertemu narasumber secara langsung. Coba memberi opsi lain, tawarkan untuk melakukan interview melalui telepon, email dan media daring lainnya.

  • Catat Semua Informasi Terkait Riset dengan Baik

Jurnal atau aset lainnya yang Anda gunakan harus dicatat. Karena semua detail informasi sangat penting seperti tanggal wawancara, tempat, topik, insight yang didapat, dan tentu saja siapa narasumbernya. 

  • Perdalam Hasil Data

Pada data primer, coba perdalam hasilnya dengan melihat arsip lokal, perpustakaan, koleksi digital, hingga publikasi dari organisasi terkait. Hal tersebut akan memperdalam hasil yang didapatkan.

Kesimpulan

Menulis buku nonfiksi memang terlihat tidak mudah. Butuh banyak langkah, sumber data, demi menjamin keaslian informasi yang Anda tulis. Namun, ini akan menjadikan tulisan Anda berdampak, tidak hanya menjadi informasi umum seperti tulisan lainnya. 

Semoga panduan di atas bisa menjadi navigasi Anda dalam riset untuk menulis teks nonfiksi dan menjadikan Anda lebih berani dan percaya diri. Apabila Anda masih merasa bingung, atau merasa butuh belajar lebih dalam. Hubungi kami melalui WhatsApp atau Instagram. Bersiaplah menulis nonfiksi mabersama dengan penulis profesional.mbing

Rujukan

Research Methods for Non-Fiction Writers: https://nonfictionauthorsassociation.com/research-methods-for-non-fiction-writers-tips-for-writing-bestsellers-by-anna-parker/