Cara menulis cerita pendek

Cara Menulis Cerpen untuk Pemula

Bagi sebagian orang, menulis cerita bisa terasa sangat mengintimidasi. Membayangkan untuk menyusun ratusan halaman dengan bermacam-macam tokoh, belum lagi kalau ide yang sebelumnya sudah terpikirkan menguap begitu saja.

Padahal, untuk mulai menulis tidak harus langsung melahirkan sebuah karya seperti novel. Anda bisa memulainya dari suatu hal yang lebih ringkas, namun tetap bisa mengasah cara menulis Anda dengan membuat cerita pendek.

Bagi Anda yang sedang belajar menulis cerpen, agar prosesnya lebih mudah memahami pemahaman dasar tentang cerpen dan bagaimana cara membuatnya merupakan langkah pertama yang penting. Belajar menulis cerpen lewat artikel ini. 

Apa Itu Cerpen dan Ciri-Cirinya?

Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek. Merupakan karya sastra dengan jumlah kata lebih sedikit dibanding novel. Biasanya, cerpen hanya berfokus pada satu konflik utama menggunakan jumlah tokoh dan latar cerita yang terbatas. 

Meski ruang berekspresinya lebih terbatas di banding menulis novel, sebuah cerpen harus punya unsur penting seperti:

  • Tokoh
  • Konflik
  • Alur
  • Latar
  • Pesan cerita

Biasanya cerpen berisi 1.500-7.500 kata yang penulisannya dikembalikan lagi dengan gaya penulis dan media publikasi baik itu koran, majalah, maupun platform digital.

Menulis cerpen bisa jadi sarana bagi pemula membiasakan diri dan bereksperimen dalam mengasah keterampilan menulis. Lewat cerpen, Anda bisa belajar membangun konflik yang padat, menciptakan karakter yang punya “nyawa”, menyusun alur yang efektif, hingga memengaruhi emosi pembaca.

Menariknya, selain menjadi media latihan menulis, cerpen bisa lahir dari pengalaman pribadi, imajinasi, atau kejadian sederhana sehari-hari yang Anda alami.

Struktur Dasar Cerpen yang Perlu Dipahami

Dalam penulisan cerpen, ada struktur yang biasa digunakan agar tulisan yang Anda buat tidak melantur tanpa arah dan membingungkan pembaca. Struktur ini berfungsi sebagai peta jalan yang menopang cerpen agar emosi dan ketegangan cerita tersampaikan dengan porsi yang pas.

Secara umum, struktur cerpen terbagi menjadi empat bagian:

  • Orientasi – Pengenalan Tokoh dan Latar

Bagian pembuka cerita yang diisi dengan perkenalan tokoh utama, latar tempat, dan waktu. Orientasi yang baik mampu memberikan pembaca merasakan nuansa cerita  dengan atmosfer yang Anda bangun sebelum datangnya masalah.

| Contoh: Raka setiap hari melewati jembatan tua yang berkarat di tengah desa.

  • Komplikasi – Munculnya Konflik

Pada tahap ini ketenangan cerita mulai terganggu. Konflik mulai muncul dan akan menguji tokoh utama. Bagian ini membuat cerita lebih dinamis.

| Contoh: Suatu hari dia menemukan dompet yang berisi beberapa lembar uang. Pikirannya seketika mengingat rumah. Sudah dua hari ia belum pulang  karena malu. Tidak ada nafkah yang bisa diberi ke anak istri.

  • Klimaks – Puncak Konflik

Bagian puncak ketegangan sebuah cerita. Konflik yang sebelumnya menumpuk, mencapai titik kritis dan tokoh harus menghadapi secara langsung.

| Contoh: Ia bingung harus mengembalikan dompet dengan uang tidak seberapa itu, atau mengembalikannya karena terdapat kartu-kartu penting dari pemiliknya. Apalagi anaknya sekarang sedang demam tinggi di rumah. Dia tidak punya sepeserpun uang untuk membawa anaknya berobat.

  • Resolusi – Penyelesaian Cerita

Ketegangan masalah semakin mereda dan cerita beralih ke cara tokoh menyelesaikan masalah. Di bagian ini juga ditunjukkan nasib akhir dari tokoh.

| Contoh: Raka mencoba menelpon kartu nama di dalam dompet. Dia meminta izin untuk memakai uangnya untuk berobat dulu dan akan mengembalikan uang secepatnya. Ternyata si pemilik dompet tidak keberatan uangnya dipakai berobat, yang penting dompet dan kartu identitas bisa dikembalikan. Si pemilik dompet malah memberi uang lebih untuk Raka karena sudah berani jujur & tetap mengembalikan barang miliknya.

Struktur tersebut akan membantu cerita memiliki proporsi yang pas, alur yang jelas dan tidak membingungkan pembaca. Dengan demikian, cerita bisa dinikmati hingga halaman terakhir.

Tema-tema Cerpen yang Sering Ditemukan

Tema adalah hal krusial yang perlu Anda pilih sebelum menulis cerpen. Tema bertindak sebagai payung besar yang menaungi seluruh isi cerita. Beberapa tema cerpen yang populer digunakan adalah sebagai berikut:

  • Persahabatan
  • Romansa cinta
  • Dinamika keluarga
  • Pendidikan 
  • Perjuangan hidup
  • Kritik sosial
  • Horor misteri

Masing-masing tema punya magnetnya sendiri untuk pembaca. Ada yang kuat dalam penyampaian pesan moral, ada yang membangun atmosfer ketegangan, dll. Tema romansa selalu bisa memikat pembaca karena karena setiap orang hampir semua pernah merasakannya, tema pendidikan bisa menyajikan pesan moral yang mendalam. Jadi, tentukan tema cerpen yang Anda inginkan dengan baik ya.

Cara Menulis Cerpen yang Menarik

Cerpen yang menarik bukan berarti harus memiliki cerita yang rumit. Banyak cerpen bagus lahir dari ide sederhana yang berhasil dikemas dengan emosi dan cara menulis yang tepat.

Beberapa tips membuat cerpen yang bisa Anda ikuti adalah sebagai berikut:

1. Gunakan pembukaan yang memancing rasa penasaran

Paragraf pertama adalah penentu apakah pembaca akan melanjutkan bacaannya atau tidak. Hindari pembukaan klise yang mendeskripsikan sebuah keadaan secara bertele-tele. Coba bangun situasi yang membuat pembaca serasa di tengah situasi. Bisa gunakan kalimat pertanyaan yang kuat hingga membuat orang bertanya “apa yang sebenarnya terjadi?”

2. Fokus pada satu konflik utama

Karena cerita pendek terbatas hanya dalam beberapa jumlah kata, usahakan untuk tidak memasukkan terlalu banyak masalah. Ingin membahas konflik keluarga? cukup di sana, jangan ditambah dengan masalah pekerjaan. Kecuali, konflik tersebut benar-benar mendukung konflik utamanya.

3.  Buat dialog yang natural 

Dialog sebagai alat untuk menunjukkan (show) karakter tokoh. Buatlah dialog yang natural seperti cara manusia biasanya berbicara di dunia nyata. Jangan sampai dialog terasa informatif seperti membaca buku teks pelajaran.

4. Hindari penjelasan terlalu panjang

Kecenderungan pemula saat menulis adalah menjelaskan segala sesuatunya secara detail. Coba untuk menunjukkan suatu hal lewat tindakan tokoh, bukan menjelaskan deskriptif.

5. Gunakan ending yang berkesan

Bagian akhir jadi kesan yang akan dibawa oleh pembaca. Apakah cerita berakhir bahagia, sedih, atau bahkan menggantung. Pastikan logis berdasarkan konflik dan cerita yang sudah dibangun.

Yang paling penting, Anda bisa membuat pembaca merasa terhubung dengan tokoh & konflik cerita.

 

Kesimpulan

Membuat cerpen bukan hanya sekadar menulis, tetapi juga tentang cara menyampaikan emosi dan konflik secara efektif dalam ruang yang terbatas.

Kalau Anda baru ingin memulai, singkirkan tuntutan menunggu ide sempurna. Tuliskan saja semua ide tanpa beban, karena tidak jarang hal yang kita anggap sederhana bisa menghasilkan karya yang menyentuh hati pembaca.

Anda juga bisa belajar langsung bersama penulis profesional lewat kelas menulis di Tinta Langit. Selain teori, Anda bisa langsung mendapatkan feedback dari tulisan Anda. Apabila tertarik, hubungi kami lewat WhatsApp atau temukan informasi menarik lainnya di Instagram Tinta Langit.