Dasar menulis teks nonfiksi

5 Dasar Penulisan Buku Nonfiksi

Buku nonfiksi merupakan jenis buku yang menyajikan fakta atau kenyataan yang dalam proses menulisnya, membutuhkan banyak sumber rujukan sebagai landasan. Selain itu, saat mengutip sumber rujukan juga perlu memperhatikan etika dan aturan. Akan lebih baik lagi apabila penulis tidak berpaku pada satu referensi, melainkan dapat memadukan dengan informasi atau data lain sehingga komprehensif. Di sisi lain, buku nonfiksi masih memerlukan opini penulis sebagai pengayaan dengan landasan berpikir atau referensi yang jelas. 

Era digital seperti sekarang memungkinkan beragam opini menyebar tanpa filter ke pembaca. Oleh karena itu, sebagai penulis perlu memahami bagaimana dasar menulis buku nonfiksi yang tepat agar bisa menyajikan tulisan yang terstruktur, mudah dipahami, dan dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya.  Pelajari cara lengkapnya lewat artikel ini!

Dasar Penulisan Buku Nonfiksi

Sebelum membuat buku nonfiksi, Anda perlu memahami pengertian nonfiksi secara benar dan cara menulis nonfiksi secara menyeluruh. Pasti akan memahami bahwa hal dasar yang membedakan buku nonfiksi dengan yang lain adalah tulisan didasarkan pada fakta dan disajikan menjadi informasi berdasarkan kenyataan. Adapun bila ingin mencantumkan opini pribadi, menggunakan kelimuan atau fakta terpercaya bisa jadi pendukungnya. 

Oleh karena itu, berikut beberapa dasar penulisan buku nonfiksi yang perlu Anda ketahui:

1. Fakta dan Data Bisa Diverifikasi

Semua hal yang Anda tulis harus bisa diketahui kebenarannya. Anda bisa mencari sumber rujukan melalui sumber dokumen, wawancara, atau penelitian.

Seperti contoh, dalam buku Thinking, Fast and Slow oleh Daniel Kahneman. Buku ini berisi seluruh hasil penelitian puluhan tahun yang telah dia dan rekannya lakukan. Menulis semua informasi kredibel seperti jurnal-jurnal ilmiah yang berisi hasil eksperimen psikologis yang juga sudah terpublikasi.

2. Riset Mendalam

Tulisan nonfiksi tidak lepas dari proses riset. Anda bisa menelaah isi tema yang akan dibahas dengan membandingkan berbagai sumber yang ditemukan, studi lapangan, riset narasumber sampai menggunakan data terkini sebagai acuan. Menggunakan banyak sumber, bisa memperkaya isi buku. 

3. Struktur Sistematis dan Logis

Ide tulisan sebaiknya Anda susun sistematis agar pembaca bisa memahami tulisan melalui alur yang terstruktur. Apabila menggunakan struktur yang kurang rapi, maka kemungkinan ide bagus Anda  tidak mudah pembaca pahami. Apa artinya ide bagus tapi tidak pernah dimengerti orang lain?

4. Bahasa Lugas dan Jelas

Selalu gunakan kata yang tepat maknanya, tidak mengandung bias makna. Hindari kalimat berbelit, sehingga informasi bisa tersampaikan dengan baik tanpa menimbulkan interpretasi ganda.

5. Objektivitas Penulis

Penulis nonfiksi bukan hanya diperbolehkan untuk menulis pendapat di dalam karyanya, sifatnya bisa jadi “wajib”. Pendapat penulis berfungsi sebagai pengayaan, interpretasi, penguatan atau sebaliknya. Hal itu dibutuhkan karena pada dasarnya ada pesan yang ingin disampaikan penulis. Penulis nonfiksi bertugas menulis, bukan sekadar menyalin teori satu dan teori lainnya. Kuncinya, pastikan fakta bisa mendukung opini tersebut bukan sekadar opini tanpa dasar.

Dasar menulis teks nonfiksi
Sumber: Pixabay Oleh Greg Montani

Kerangka Penulisan Buku Nonfiksi

Setelah memahami dasar penulisan, selanjutnya Anda perlu mengetahui kerangka buku nonfiksi. Menggunakan struktur yang sistematis akan membantu penulis menyampaikan ide secara terstruktur. Dengan demikian, aktivitas membaca terasa nyaman dan memudahkan pembaca dalam memahami buku. Berikut ini inti dari isi buku nonfiksi

1. Pendahuluan

Setiap tulisan perlu menjelasan tentang masalah apa yang akan jadi topik bahasan. Tambahkan pula mengenai alasan mengapa tema ini perlu Anda angkat menjadi buku. Mengetahui tujuan menuliskan buku ini membantu pembaca mengetahui overview isi buku Anda. Selain itu, penggunaan bab ini bagus untuk menguatkan urgensi dari buku tersebut. 

Protips: Penulisan bab pendahuluan tidak harus kaku seperti menulis skripsi atau tesis. Nama bab bisa Anda sesuaikan dengan topik yang diangkat di bab tersebut. 

2. Bab & Subbab Pembahasan

Setiap ide bahasan bisa dipisahkan menjadi 1 bab besar yang nantinya dijelaskan lebih rinci pada bagian subbab. Pastikan antara satu bab dan bab lain akan saling berkesinambungan sehingga alur bacaan tetap terjaga. Hal tersebut juga membantu pembaca bisa memahami isi buku dengan baik.

Protips: Urutan topik pada setiap bab bisa berdasarkan: urutan kronologis, topik tertentu, atau  hasil analisis suatu permasalahan. Bila perlu, tambahkan data pendukung seperti gambar, tabel, bahkan grafik–apabila.

3. Kesimpulan & Rekomendasi

Berisi informasi secara garis besar dari keseluruhan tulisan. Pada beberapa jenis buku seperti  buku ilmiah, penulis bisa menambahkan saran serta rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.

4. Daftar Pustaka

Daftar pustaka menjadi bagian yang penting karena bersi bukti bahwa tulisan yang Anda sampaikan memiliki sumber rujukan terpercaya. Ada beberapa cara atau gaya selingkung dalam menulis daftar pustaka, Anda bisa memilih sesuai kebutuhan.

5. Indeks & Catatan Kaki

Indeks berfungsi untuk membantu pembaca menemukan topik tertentu dengan cepat. Sedangkan penggunaan catatan kaki berfungsi untuk memberi penjelasan tambahan tentang suatu kata/kalimat tanpa mengganggu alur bacaan.

6. Riwayat Penulis

Perkenalan penulis lewat informasi singkat tentang latar belakang dan keahlian yang dimiliki. Sehingga saat pembaca membaca suatu karya, bisa jadi lebih percaya karena sudah mengetahui kredibilitas penulis.

Mengikuti struktur buku nonfiksi menjadi hal yang penting. Tanpa struktur yang jelas, buku nonfiksi akan terasa berantakan dan pembaca sulit memahaminya sehingga bisa kehilangan fokus hingga berujung mereka berhenti membaca karya Anda. Dampaknya, ide besar yang dibawa penulis akan berhenti menjadi ide tanpa bisa diterjemahkan, dipahami, dan dirasakan manfaatnya.  

Baca Juga: Hindari 5 Kesalahan Umum Menulis

Kesimpulan

Menulis buku nonfiksi berarti menyusun hasil riset, fakta, data menggunakan struktur yang rapi dengan basa yang jelas dan memikat. Semua informasi yang sudah terkumpul perlu Anda olah dan susun kembali dengan alur pemikiran Anda sendiri. Dengan demikian tulisan Anda akan lebih kaya, mudah dipahami, tanpa meniadakan kredibilitasnya.

Tujuan menulis buku adalah membuat orang lain terpengaruh. Demi mencapai tujuan itu, penulis perlu memahami dasar kepenulisan agar ide yang Anda sampaikan dapat pembaca terima baik dengan baik. 

Apabila Anda tertarik mempelajari lebih lanjut mengenai skema penulisan buku nonfiksi, Anda bisa mengikuti kelas di Tinta Langit. Bersama mentor berpengalaman yang akan membimbing Anda, belajar bagaimana teknik menulis buku yang tepat, baik fiksi maupun nonfiksi. Dan di salah satu kelas kami lainnya, Anda bisa menghasilkan naskah siap terbit hanya dalam waktu 2 bulan. Tertarik bergabung? Hubungi kami melalui WhatsApp atau Email, & jangan lupa mampir ke instagram Tinta Langit ya!